Caleg2 itu sedang berkompetisi memasarkan dirinya. Demokrasi mengajarkan kebebasan dalam segala pilihan, baik pihak yg dipilih dan yg memilih. Layaknya sales, berbagai cara ditempuh utk mencapai target. Agar menjadi pihak yg dipilih mereka harus mengambil hati yg memilih. Kita semua setuju membenci politik uang, tapi nyata2 sangat menyukai uang. Di desa sana, jika seorang caleg datang dan akan mengecor jalan, ia disambut seperti seorang yg pemurah. Kita hanya fokus pada cor, dan lupa dengan jenis pengecoran.

Sampai pada saatnya nnt mereka duduk manis kursi dewan dan masuk pemberitaan terkait korupsi. Diposisi ini sejatinya tersangka satu2nya bukan hanya pihak yg dipilih. Tapi juga yg memilih dan tentu tidak mudah menyalahkan pemilih.