Laut dan Comberan


Beberapa orang berfikir, “Jalanilah hidup seperti air”

Maaf tolong diperjelas…. air apa? Comberan? Air sumur? Bekas Cucian?
Maaf mindset saya tidak sependapat dengan ‘air-air tersebut diatas’ yang timbul dibenak saya selalu adalah lautan lepas. Laut dan comberan. Dua tempat itu memberi kehidupan, namun begitu tajam perbedaanya. Kita bisa memilih kehidupan macam apa yang mau kita raih. Jika kita merasa diri seekor kodok, jangan bermimpi pergi ke laut. Hiduplah dengan tenang di comberan. Sesekali ada bangkai dan sampah. Buat nyamuk, comberan adalah tempat romantis untuk berkembangbiak. Sebaliknya, jika dilaut kita bisa menjumpai ikan buntal, paus, hiu, gurita, ubur-ubur. Dasarnya luas dan dalam, dihuni terumbu karang, udang dan tiram mutiara. Aneka hewan unik, hidup disana.

Tukik atau bayi penyu, setelah menetas mereka berduyun-duyun merayap ke laut. Menceburkan diri kedalamnya. Makanan pertamanya di lautan itu, bahkan musuh-musuhnya pun di lautan itu! Hidup-Matinya berada di samudera luas itu. Tukik tidak memikirkan yang lain. Mereka terarah pada tujuannya.

Sepanjang sejarah, tak pernah ada tukik yang memutuskan hidup untuk pergi ke tempat yang “agak lebih tenang, santai dan terjamin” seperti di selokan misalnya, bersama nyamuk dan kodok.

Manusia lebih berdaulat dibandingkan penyu. Kita dianugerahi keleluasaan hidup di “laut” atau “comberan”. Dan masing-masing membawa konsekuensi.

Jadi berhentilah menghuni comberan dan terjunlah ke laut. Pilih sendiri lalu bayangkan kehidupan sehebat apa yang mau kita jalani.

Salam Berbagi,
Deny Rosadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s