Kurikulum TDA


Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

Apakah sudah mengetahui kurikulum komunitas TDA ?

Kurikulum komunitas TDA adalah sebuah acuan dan panduan apa yang seharusnya dimiiliki oleh seorang member TDA dan bagaimana dari komunitas TDA sendiri memerikan inspirasi melalui kegiatan berdasarakan kurikulum tersebut.

Kurikulum TDA adalah : RBDSAP.

Yaitu :
Reason. Menemukan alasan utama dan terbesar kenapa kita berwirausaha
Belief. Meneguhkan diri untuk memiliki kepercayaan terhadap keputusan yang diambil
Dream. Menetapkan suatu impian yang ingin dicapai melalui alasan dan keputusan tersebut
Strategy. Mencari strategi terbaik untuk mencapai impian
Action. Melakukan aksi nyata untuk menerapkan strategi dan untuk meraih apa yang diimpikan
Pray. Selalu memanjatkan doa yang mengiringi setiap langkah yang dilakukan

Tentu kurikulum ini bukanlah suatu yang saklek baku dan tanpa bermaksud mengesampingkan pemikiran2 lain mengenai pencapaian kesuksesa. Namun lebih utama adalah untuk acuan kegiatan yang bisa diterapkan.

Tiga kurikulum pertama adalah untuk kebutuhan pikiran kita. Melatih diri sendiri agar dapat memotivasi diri sehingga diharapkan terjaga semangatnya, tetap istiqomah menjalankan apa yang telah ditetapkan, tidak menyerah terhadap segala hambatan, tantangan dan sandungan. Pelatihan yang masuk kategori ini seperti meningkatkan kepercayaan diri melalui public speaking, mengikuti pelatihan 7 keajaiban rejeki, atau membaca buku2 motivasi diri.

Tiga kurikulum berikutnya adalah bentuk how-to dalam mencapai apa yang telah menjadi keinginan kita tersebut. Menentukan segera langkah apa yang harus dilakukan untuk meraih impian yang sudah ditetapkan. Sebuah aksi nyata. Yang bisa diukur dan dilakukan proses ‘test and measure’, yang bisa dievaluasi. Kegiatan yang masuk kategori ini adalah pelatihan pembuatan mie ayam, pelatihan reparasi handphone dan sharing serta diskusi diiringi pelatiuhan tentang CMS dan SEO toko online.

Namun ada juga jenis kegiatan yang menggabungkan beberapa dari dua jenis kategori yang telah disebutkan diatas. Buka puasa bersama atau santunan kepada anak yatim adalah salah satunya. Disana diharapkan kita mendapatkan insight mengenai alasan, rasa percaya dan impian dalam menempuh sesuatu sekaligus aksi nyata dalam mewujudkan kepedulian kita. Satu lagi adalah APH yang melatih kita untuk percaya dan berani bahwa dengan melakukan aksi maka langkah nyata sudah benar2 kita torehkan.

Jadi, semua event kegiatan TDA diharapkan mengacu pada kurikulum tersebut agar bisa terarah dan saling melengkapi. Betapa banyak pelatihan motivasi diri namun setelahnya ternyata kita tidak melakukan apa2 bahkan semangat yang ada ketika di ruangan tak lama menghilang seiring waktu meninggalkan ruangan tersebut. Jadi perlu mencari cara bagaimana mewujudkan dan mempraktekkan motivasi diri yang telah kita ikuti tersebut.

Atau banyak pula yang mengikuti kegiatan langsung terjun melakukan sesuatu namun karena tanpa diiringi kekuatan menjaga komitmen dan bagaimana agar konsisten menjalankannya maka usaha dan aksi nyata tersebut kehilangan semangatnya dan lambat lain pudar seiring waktu.

Semua saling melengkapi. Semua saling membutuhkan. Detil bisa dilihat disini : http://www.ekojune.com/2007/09/foto.html

Wassalam.

-Eko June-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s