Peluang Usaha Sepatu Kulit, Asli dalam Negeri


Siapa yang tidak suka memakai sepatu kulit yang mengkilat dengan harga yang relatif lebih murah? Dan tidak perlu jauh-jauh pergi ke Bandung untuk mendapatkan sepasang sepatu kulit yang menawan. Karena di daerah Sleman, juga terdapat pengrajin sepatu kulit. Salah satunya adalah Bapak Slamet, bapak lima orang anak ini menekuni usaha pembuatan sepatu kulit. Setiap harinya, Pak Slamet tidak hanya sibuk membuat pesanan sepatu kulit, tetapi juga memperbaiki segala jenis sepatu yang mengalami kerusakan. Walaupun usaha yang di rintisnya belum begitu besar, namun dapat memberikan tambahan penghasilan. Apalagi setelah satu tahun terakhir Bapak Slamet pensiun dari pekerjaannya menjadi staff TU di SMP N 1 Ngemplak.

Peluang usaha sepatu kulit asli dalam negeri ini, dalam melakukan proses produksinya tergolong masih sederhana dan murah. Bahan bakunya juga mudah di dapat, yaitu lembaran kulit (1pit = 27cm). Untuk pembuatannya sendiri hanya menggunakan peralatan sederhana seperti mesin jahit sepatu, cetakan sepatu, jarum jahit sepatu, paku sepatu, palu, lem, latek, cat sepatu, benang jahit, gunting, amplas, kertas pola, pensil 2B, serta badogan atau kaki tiga (alas untuk menempa sepatu saat di lem/dipaku).

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat sepatu kulit:
Buat pola di kertas pola sesuai pesanan/keinginan,
Setelah pola selesai dibuat, gunting pola tersebut,
Guntingan pola kemudian di letakkan di atas lembaran bahan kulit, kemudian bentuk pola tersebut di atas lembaran dengan pensil,
Setelah pola tergambar di atas lembaran bahan kulit, potong bahan tersebut mengiikuti pola,
Ambil cetakan sepatu, mulai bentuk sesuai bentuk cetakan dengan menggunakan latek dan lem.
Apabila sudah terpasang dengan baik, baru di beri alas sepatu berupa karet.
Setelah terpasang rapi, pukul-pukul alas sepatu di kaki tiga.
Jika semuanya telah terpasang dan lem mulai merekat, ambil cetakan sepatu (terbuat dari kayu) perlahan-lahan. Dan mulai menjahit sisi-sisi sepatu agar lebih kuat.
Tahap terakhir adalah finishing dengan mengoleskan cat sepatu dengan kuas kecil, agar warna sepatu lebih mengkilat. Kemudian keringkan dengan menjemurnya di bawah terik sinar matahari.
Untuk membuat satu pasang sepatu membutuhkan 3 pit (3x27cm). Yang setiap harinya menghabiskan 2 kaleng lem sepatu (satu bulan 7kg lem). Dengan hitungan dalam satu bulan mendapatkan pesanan kurang lebih 10 hingga 15 pasang sepatu. Sehingga usaha Pak Slamet ini tergolong masih dapat bertahan.
Pak Slamet memasarkan produknya dengan cara mulut ke mulut. Yang pada awalnya hanya ditawarkan kepada teman-teman di sekolahnya, dan saat ini bisnis kerajinan sepatu yang di beri nama ”LUMINTU” ini di datangi banyak orang. Karena dalam menjalankan bisnisnya, Pak Slamet tidak banyak mengambil keuntungan, sehingga harga yang relatif terjangkau membuat para konsumennya betah berlangganan dengannya.
”Analisa Pendapatan Sederhana Selama 1 Bulan”

Pemasukan 1 bulan

Pesanan 15 pasang x @ Rp. 70.000,00 : Rp. 1.700.000,00
Perbaikan sepatu : Rp. 500.000,00

Pengeluaran

Bahan baku
– kulit 45 pit @ 1pit Rp. 19.000,00 : Rp. 855.000,00
– lem (7kg), latek, benang, cat, paku : Rp. 300.000,00

Total pengeluaran : Rp. 1.155.000,00

Keuntungan bersih : Rp 1.700.000,00 – Rp. 1.155.000,00 = Rp.

3 thoughts on “Peluang Usaha Sepatu Kulit, Asli dalam Negeri

  1. di mana saya bisa mendapatkan alamat lengkap bp. Slamet yang memproduksi sepatu di sleman tadi?

  2. Bapak Slamet Riyadi di kawasan gang Kemuning, Sudimara Pinang, Tangerang, Banten.
    Nominasi Danamon Award. Orang-orang akan dengan senang hati memberi arah dimana rumah bapak beranak empat itu berada. Maklum, sejak ia rajin mengikuti beberapa pameran dan aktif menulis, kiprahnya sebagai perajin produk berbahan baku limbah yang memberdayakan para perempuan lanjut usia (lansia) mulai santer terdengar akhir-akhir ini, belasan media elektronik dan cetak bergantian mewawancarainya. Silahkan mencoba Pak Eko…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s