Ngelapak (lagi) di GOR Bekasi


Setelah sekian lama libur ngelapak, akhirnya keinginan untuk ngelapak semakin tak terbendung😀. Dulu, kurang lebih 3 tahun yang lalu, saya dan suami rajin sekali ngelapak, jualan sandal boneka. Itulah cikal bakal kami terjun di dunia kerajinan flanel ini. Awalnya kami ambil barang di Tangerang. Setiap pulang kerja di hari Sabtu sore, kami tancap gas ke tangerang naik Agra Mas dari terminal cikarang. Inget banget waktu itu pulang belanja sampai di Blok M jam 12 malam, dan ketemu bis terakhir sekitar setengah satuan dini hari.. fiuuuhhh… Sampai rumah antara jam 2 sampai setengah tigaan, Alhamdulillah… Memorable sekali🙂

Hanya sempat tertidur sebentar sampai jam setengah lima pagi, selepas sholat shubuh kamipun harus berangkat lagi untuk ngelapak di pasar festival (semacam pasar kaget di minggu pagi). Waktu itu tempatnya masih di belakang kantor jababeka sekarang. Hampir rutin setiap minggu kami ngelapak disana. Perjuangan..🙂

Ngelapak di Pasar Festival Jababeka Golf

Karena request sandal customer yang ga bisa terpenuhi oleh supplier (ga bisa milih boneka) akhirnya tergerak untuk belajar jahit boneka-bonekanya sendiri. Sampai akhirnya full semua bikin sendiri, sampai sekarang. Malah sekarang sudah ga bikin sandal boneka lagi karena lebih sreg ngerjain toples dan kawan-kawan.

Sabtu, 26 januari kemarin kami putuskan untuk mulai ngelapak lagi setelah semenjak hamil libur dari kegiatan perlapakan🙂. Agak deg-degan juga karena seminggu sebelumnya daerah Jakarta-Bekasi sedang getol-getolnya diguyur hujan. Tapi bismillah, kita tetep berangkat karena sepagian cuaca cerah ceria. Di tengah jalan (sekitaran tambun) hujan turun lebat banget, langit gelap mendung. Tapi alhamdulillah di GOR Bekasi nya gak ada hujan, meskipun mendung juga.

 

 

 

Lumayan rame malam minggu, tapi berhubung ini hari pertama kami ngelapak lagi, lebih banyak pengunjung yang lebih untuk ‘melihat-lihat’ saja. Lumayanlah untuk permulaan🙂
Tapi banyak yang berubah dari GOR Bekasi setelah sekitar 2 tahunan tidak ngelapak. Tempat para lapakers menggelar dagangan pun beda dengan terakhir kami dagang disana. Sudah tidak boleh didalam, karena sedang dibangun.
Dan yang paling bikin males sekarang banyak preman tukang palaknya. Kalau dulu dagang disana hanya cukup bayar 2.000 perak untuk kebersihan, dan 2.000-5.000 untuk lampu, sekarang banyak sekali pungutan liarnya. Ada lagi yang maksa minta 200.000/bulan untuk bisa gelar dagangan di ‘area’nya.
Hhhh… bener-bener bikin ilfeel..😦

Dalam perjalanan pulang, kita putusin untuk gak dagang disana lagi.
Itulah pengalaman saya dan suami ngelapak di GOR Bekasi, lain waktu Insya Alloh akan saya share pengalaman ngelapak di Mutiara Gading Timur. Lebih menyenangkan! ^___^

Cheers,

Fariska Maharani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s