Negara Super


Dibelahan sana ada kawasan pertokoan tanpa penghuni, karena sejatinya memang ditawarkan bukan untuk dihuni tapi untuk investasi. Jika cara ini yg menjadi strategi maka bencana tata ruang dimasa depan harus dipersiapkan. Pemodal itu tidak mau tahu soal itu. Yang penting rumahnya dibeli. Hasilnya, walau bukit semula adalah wilayah tangkapan hujan, sudah diratakan. Kini perumahan itu mati suri, setengah hidup, setengah mati. Soalnya satu, ruang publik yg dikebiri.

Bencana tata ruang tanpa penghuni itu bukan disebabkan manusia lambat dalam berreproduksi, tapi sebab kesalahan makna soal tata-menata. Jika pengertian ruang kosong itu adalah uang, maka yg terjadi jika seluruh mata ini memandang hanya akan ada rumah estate, ruko dan komersil area.

Ruang publik sejatinya strategis. Strategis ini selalu diterjemahkan strategis untuk cari uang, bukan sebagai tempat hijau yg teduh untuk relaksasi mata, anak-anak bebas bermain berlarian secara cuma-cuma, ataupun sekedar gelaran tikar bersama anak dan istri tanpa harus membayar retribusi. Setiap kita harus dilindungi haknya untuk menikmati keleluasaan sederhana itu di ruang publik.

Strategi Pemkot harus membeli dan menjadikannya aset pemerintah. Tidak punya anggaran jangan takut, kekuasaan dalam hal perijinan bangunan bisa dikuatkan. Ijin bangunan yang merusak ruang publik harus dibatalkan. Bencana ekologis itu tidak soal bangunan yg tanpa ijin, tapi juga bangunan yg keliru tapi diijinkan.

Negara-negara yang banyak membela kepentingan publik akan dihadiahi publik yang sehat. Norwegia, adalah negara yg menurut versi PBB paling bahagia adalah negara yang melindungi hak-hak warganya melalui kebijakan pemerintah.

Ukuran bahagia tidak hanya soal UMK, bahagia terhadap kualitas udara, kualitas air minum, drainase dan luasnya area publik yg diisi pepohonan yg rimbun pun bisa dikatakan bahagia. Sesederhana itu, ya sesederhana itu.

Bahagia selalu identik dengan kecukupan materi. Memang tak salah dengan ungkapan itu. Dengan berlimpahnya materi, seseorang bisa membeli apa pun yang diinginkannya. Akan tetapi, materi bukanlah segala-galanya. Di versi Bloomberg, justru terlihat bahwa negara-negara yang penduduknya paling bahagia di dunia justru cenderung tidak banyak dihuni miliarder. Dan kita menemukan satu fakta lagi, yaitu negara super bahagia itu justru minim orang super kaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s