Pilih Memilih


Caleg2 itu sedang berkompetisi memasarkan dirinya. Demokrasi mengajarkan kebebasan dalam segala pilihan, baik pihak yg dipilih dan yg memilih. Layaknya sales, berbagai cara ditempuh utk mencapai target. Agar menjadi pihak yg dipilih mereka harus mengambil hati yg memilih. Kita semua setuju membenci politik uang, tapi nyata2 sangat menyukai uang. Di desa sana, jika seorang caleg datang dan akan mengecor jalan, ia disambut seperti seorang yg pemurah. Kita hanya fokus pada cor, dan lupa dengan jenis pengecoran.

Sampai pada saatnya nnt mereka duduk manis kursi dewan dan masuk pemberitaan terkait korupsi. Diposisi ini sejatinya tersangka satu2nya bukan hanya pihak yg dipilih. Tapi juga yg memilih dan tentu tidak mudah menyalahkan pemilih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s